Title : 12 Stars
Chapter : 7 part 1
author : Serly Amellia F
30 menit
kemudian mereka sudah berada di rumah mewah milik D.O, 3 cangkir the hijau
sudah tersaji di meja dengan biskuit coklat tepat di sebelahnya. Wajah Chanyeol
masih terlihat pucat, pikirannya melayang banyak pikiran buruk yang mengintari
pikirannya . Apa mungkin mereka adalah pemilik tanda aneh ini yang belum dapat
ia dan teman-temannya temukan, apa ini sudah benar-benar terlambat ? apa yang
harus ia lakukan .
“ kau kenapa hyung ?” tanya Sehun
yang benar-benar tak mampu menyimpulkan suatu hal dengan cepat .
“ buku yang di bilang Gong Soo, itu
adalah buku yang aku ambil dari perpus “ ucap Chanyeol
“ jadi ?” tanya Sehun yang masih
benar-benar tak mengerti
“ hyaa, paboo . Aku saja yang baru
bergabung dengan kalian sudah bisa mengerti “ ujar D.O sembari mengacak-acak
rambut halus Sehun .
“ hyung, jangan mengejeku “ ucap
Sehun dengan manja .
“ buku yang mereka cari itu buku
tentang 12 tanda ini, memang tak banyak yang di jelaskan dalam buku itu, tapi
banyak pesan tersirat di dalamnya. Ada 12 tanda aneh pula pada halaman belakang
. Sekarang kau mengerti “ jelas Chanyeol panjang lebar .
“ ommo, apa mereka memiliki tanda
ini juga ? dan mereka berbeda perahu dengan kita ?” ucap Sehun .
“ entahlah, kenapa semua jadi
terdengar semakin gila, ahh “ ucap Chanyeol dengan lepasan nafas panjang
menunjukan kegusaran mendalam dalam pikirannya, Kyungsoo dan Sehun tak merespon
ucapan Chanyeol.
Semua terlihat mematung, memikirkan
masa depan yang mungkin akan terjadi saat mereka tau lawan mereka sudah muncul
sementara mereka belum mengenali kekuatan apa yang mereka miliki, dan entah
serumit apa permasalahan antara kekuatan mereka dengan musuh yang mereka
sendiri tak mengerti betul alasan mereka mencari informasi tentang kekuatan
mereka, bahkan mereka pun tak tau mereka musuh atau rekan yang terlihat seperti
musuh.
“ jangan terlalu di pikirkan hyung,
kita belum tau pasti siapa mereka. “ ucap Kyungsoo menenangkan .
Chanyeol terdaim tak menjawab
perkataan Kyungsoo sampai beberapa detik hingga ia mengatakan “ aku tau “
“ bagaiman dengan Tao ?” D.O
bertanya dengan tangan yang ia katupkan di antara selangkangannya dan tubuh
condong menggambarkan kegelisahan .
“ belum selesai, dia tak menjawab
telfonku sama sekali “ ucap Chanyeol diikutin dengan telapak tangannya menuruni
wajahnya dan mengusapnya pelan.
“ kita harus berkumpul, berenam.
Harus, aku juga ingin mengungkapkan sesuatau” ucap Sehun kemudian berlalu
meninggalkan ruangan mewah milik Kyungsoo , namun langkahnya terhenti di ambang
pintu saat mendengar ucapan Kyungsoo
“ kau ingin pulang ?” Tanya Kyungsoo
“ ehmm, ayo berkumpul di tempatku
jam 8 malam , kumohon. Aku akan memberi tahu yang lain “
“ ehhm, pulanglah “ ucap Kyungsoo .
Sehun menatap Kyungsoo sejenaka
kemudian ia menatap Chanyeol yang tengan menatap lantai dengan setia, Sehun
membungkukan tubuhnya sejenak kemudai berlalu pergi.
***
“ hyung, ada pesan dari MRX “ ucap
Chen semangat
“ benarkah ? “ ucap Baekhyun
semangat kemudain meletakan gelas berisi air putih dan segera berlari menuju
layar computer milik Chen .
MRX adalah seorang hacker handal,
dia adalah rajanya semua hacker hampir di seluruh Seoul, dan dia adalah rekan
baik Chen dan Baekhyun sekaligus inspirasi mereka berdua. Meskipun kata kawan
dalam dunia hacker terdengan seperti mitos namun mereka bertiga benar-benar
berkawan baik, tidak ada salah satupun dari mereka yang pernah berhianat satu
sama lain. Meskipun MRX memiliki kemampuan jauh di atas kemampuan mereka
berdua, MRX selalu menghargai mereka berdua dan berusha membantu mereka berdua.
Alasannya adalah karena mereka pernah membantu MRX lari dari FBI dan CIA yang
tengah mengejar hacker yang membobol rahasia nuklir Rusia yang pelakunya adalah
MRX . Mereka telah berkawan selama lebih dari 5 tahun, namun MRX tak penah
menunjukan identitasnyadi dunia nyata kepada mereka hanya identitas virtual
yang mereka ketahui dari MRX, itupun hanya sepenggal nama MRX. Mereka sering
bertemu 2 sampai 3 kali dalam setahun, dan kini MRX tengah membatu membobol
semua cctv di seluruh Korea untuk mencari tau tentang keberadaan pemilik tanda
ini yang mungkin terekam cctv 3 bulan lalu.
*aku 1 dari yang kalian cari, akan
kukirimkan identitasnya, setelah kalian membalas pesanku* . Senyum terukir dari
sudut bibir kecil Chen dan Baekhyun , tatapan mereka saling beradu memancarkan
kebahagian .
* baiklah * balas Baekhyun singkat .
Tak lebih dari 30 detik sebuah id card virtual telah di kirim ke alamat email
Baekhyun. Baekhyun dan Chen memicingkan matanya mempertajam mata mereka dan
membaca setiap biodata yang tercantum pada id card. Tak selang beberapa lama
MRX memberikan sebuah link, tak piker banyak Baekhyun segera mengklik link yang
di kirimkan oleh MRX dengan harapan cukup tinggi .
Sebuah rekaman cctv ternyata yang di
kirim oleh MRX, vidionya tak terlalu jelas dan terlalu singkat untuk vidio
profokatif. Hanya terlihat laki-laki yang terjatuh dari atas gedung dan jatuh
tepat di atas tempat sampah dan tengah berusaha bangkit melawan rasa sakit
konsekuensi dari aksi jatuhnya dari atas gedung. Punggung tangannya terlihta menyala,
hal itulah yang meyakinkan mereka bahwa MRX benar soal apa yang ia katakana,
dan seakan bukti kecil bahwa MRX benar-benar menghormati mereka .
*terimakasih* ketik Baekhyun lagi
yang kemudian ia kirim kealamat email sahabat jauhnya. Chen bermaksud untuk
memprint out id card itu, di lihatnya dengan seksama hasil cetakan id card
kecil itu. Terukir kasar wajah laki-laki muda yang terlihat sangat tenang,
senyum sederhananya seakan menutupi banyak hari-hari keras yang ia jalani.
Matanya sayup, tidak, bukan sayup tapi tatapan lemas mencerminkan sosok pendiam
yang terkucilkan . Chen menggigit bibir bawahnya memahami setiap detail wajah
yang ada di atas secarik kertas yang tengah berada di atara dua jarinya.
“ Zhang Yixing ? “ ucap Chen dengan
nada heran
“ dia pasti bukan Korea kan ?”
lanjutnya lagi .
“ sepertinya begitu, Chen nanti
malam kita ke rumah Sehun “ ucap Baekhyun sembari meletakan telepon genggamnya
setelah membaca pesan singkat dari si bungsu . Chen hanya menganggukan
kepalanya, rambut halusnya jatuh di atas keningnya seiring dengan gerakan
kepalanya. Chen terdiam sejenak menyusun kata yang ingin ia tanyakan pada
hyungnya, sesekali ia memutar matanya dan memainkan jari-jari indahnya,
terlihat sedikit gusar.
“ ehm, hyung . Kau normal kan ?” Tanya
Chen tiba-tiba yang tak segera di gubris oleh BAekhyun yang masih asik dengan
bahasa-bahasa mesin yang ia gunakan untuk berkmunikasi di internet dalam
internet, rumahnya para hacker .
“ hyung “ panggil Chen manja .
“ kau ini bicara apa ? tentu saja aku
normal “ ucap Baekhyun malas
“ kau tidak mejalin backstreet
dengan Chanyeol kan ? aku curiga “ ucap Chen, tangannya ia lipat di depan
dadanya .
“ hyaa, hy-yaa . apa-apan kau ini ?
“ ucap Baekhyun terlihat sekali bahwa dia ingin berbihong .
“ kenapa kau marah ? aku kan hanya
bertanya “ucap Chen dengan bibir manyun nyaris sama dengan bebek karet yang
selalu menjadi peneman mandinya .
“ lupakan “ ucap Baekhyun singkat
berusaha menenangkan sikapnya .
***
“ kenapa kau memanggilku kesini,
cadel ?” ucap Kai dengan nada yang konstan, tangannya ia sembunyikan di dalam
saku jaket tebalnya.
“jika kau ingin berkelahi, maaf aku
tak bias meladenimu sekarang “ ucap Kai kemudian berlalu begitu saja seakan tak
ada manusia yang ia lewati dan hanya atmosfer yang beku yang ia tabrak .
“heh, kau selalu menganggapku begitu
yah ?” ucap Sehun sedikit terpekik
“ soal tanda ini ”
lanjutnya dengan nada cadel khas miliknya .
Kai menghentikan langkahnya
mendengarkan rangkaian kata yang disusun oleh bibir mungil Sehun, dengan wajah
yang ia hadapkan ke sang langit.
“ aku bersama teman-teman baruku
mencari dengan serius informasi tentang tanda ini dan aku ingin mereka tau
tentang kau. “ uca Sehun berusaha melawan rasa bencinya pada Kai .
“ kau ? mengajukan ku ? . haha,
jebakan apa lagi ini Oh Sehun “ ucap Kai terkikik
“ hya, kau benar-benar menganggapku
seperti itu ? aku tidak sedang membual, aku tak sepertimu yadong akut “ ucap
Sehun mencela .
“ kau yang terlahir dan hidup dengan
sendok perak apa bisa di percaya ?”
“ tak semua anak yang besar dengan sendok
perak itu seorang pembual. Dan apa ibumu tak mengajarimu untuk memiliki rasa
percaya pada orang lain ? apa dia hanya mengajarimu untuk memanfaatkan orang
lain ? rakyat jelata ?. kau tak perlu menjawab cukup datanglah ketempatku pukul
8 malam, aku akan menjemputmu “ ucap Sehun dan pergi meninggalakn Kai yang
mulai naik pital. Ucapa Sehun jelas sudah tak berada dalam garis yang mereka
buat sejak tadi, ini melenceng dari maksudnya menemui Kai. Genggaman tangan Kai mulai mengerat, darahnya
berdesir dengan cepat. Kai bukan termasuk orang yang pandai menyimpan
emosionalnya, dan ia terlalu sensitive dengan emosinalnya dan akan mengelurakan
segala bentuk emosional eksternalnya dengan cepat . Kai menarik tas McM milik
Sehun dan langsung membanting tubuh ramping Sehun di atas beton setinggi 14
lantai . Angin kencang khas gedung tinggi membuat rambut Kai berkibar sembarang
dan membawa rasa sakit Sehun pergi, merangsangnya untuk bangkit dengan segera
dan meluncurkan pukulan ke arah dagu tegas milik Kai . Perekelahian selalu tak
dapat mereka hindari semenjak 3 tahun lalu, saat rumor tentang Ibu Kai dengan
ayah Sehun yang di katakana menjalin hubungan gelap. Hal itu tentu saja membuat
kedua anak remaja labil itu saling menyalahkan dan mencemooh setiap mereka
bertemu. Saat di depan public mereka terlihat berkelahi karena masalah ringan
layakya remaja lain, namun saat mereka hanya berdua masalah terdengar semakin
dalam, kedua keluarga pun ikut ambil alih atas perkelahian mereka, hapir 100% karena
kejadian 3 tahun lalu yang selalu membuat mereka berkelahi hebat .
“ jangan bawa nama ibuku “ ucap Kai
, tangannya menggenggam erat kerah Sehun yang sudah terkena percikan darah dari
bibirnya .
“ cih, apa sesuci itu nama ibumu.
Kau berlebihan, ayahku saja bisa membelinya “ ucap Sehun yang semakin membuat
darah Kai mendidih, Sehun memang bodoh, bodoh . Cengkraman Kai menguat dan
genggamanya pun mendarat lagi di pipi kiri Sehun .
“Apa ibumu juga di beli oleh ayamu ?
hah ? “ ucap Kai dengan gigi yang masih terkatup, matanya memerah.
“ isttt “ ucap Sehun semabri bangkit
dan melancarkan serangan balik, emosinya yang sedari tadi cukup stabil kini
mencapai puncaknya. Perekalhian berlanjut sampai tetesan hujan mulai membasahi
tubuh mereka . Nafas mereka sama-sama tak beraturan, darah segar mengalir dari
beberapa inci kulit yang tersobek. Mata Kai dan Sehun masih beradu meski
perkelahian mereka telah terhenti seiring dengan energi yang perlahan
menghilang .
“bukan ini yang aku mau Kai . Kau
bodoh “ ucap Sehun yang terdengar
samar-samar di telinga Kai karena harus bersaing dengan rintik hujan yang
semakin deras mengenai beton-beton atap gedung . Kai melirik sinis dengan
senyum ejekan yang sempurna .
“ aku tak ingin ini terus berlnjut,
karena pada akhirnyakau akan membutuhkan ku dan aku juga membutuhkanmu demi
tanda ini “ ucap Sehun tepat pada sasaran yang semenjak tadi ia bidik .
“ aku akan datang kerumahmu jam 7
malam, hubungan kita harus di sembuhkan, ini sudah terlalu sakit “ ucap Sehun,
terlihat ia mengusap wajahnya yang basah
“ terserah kau “ ucap Kai , ia
bangkit dan mengambil tasnya yang tergeletak di bawah hujan dan pergi
meninggalkan Sehun yang mulai menggigil .
Sehun tersenyum kecil melihat Kai
yang perlahan hilang dari pandangannya. Terdengar sesekali ia mengerang
kesakitan.
“ berhasil “ ucapnya lirih
***
Luhan dan Tao tengah menikamti
langit senja dari balkon rumah mereka. Gaggang cangir terlihat melingakar di
jari tangan keduanya. Tak ada percakapan menemani waktu minum teh mereka,
seakan bahasa tubuh sudah mengungkapkan semuanya. Di lihat wajah Tao yang lelah
berkerja oleh mata rusa milik Luhan, tersa jarum kecil menusuk hatinya imbas
dari ketidak berdayaanya .
“ kau mau datang kerumah Sehun nanti
malam kan ? “
“ aku ? selama tidak ada bajingan
itu, aku akan pergi “ ucap Tao diikuti dengan suara teh yang mengalir di
kerongkongannya .
“ siapa ? Chanyeol ? . Tao jangan
seperti ini “ ucap Luhan khawatir
“ jadi dia ikut ? aku ada urusan
nanti malam. Kau pergi sendiri saja hyung “ ucap Tao kemudian pergi
meninggalkan Luhan, tak ingin berbicar lebih banyak soal masalah semalam, itu
adalah tujuannya pergi .
“ hya, Tao ? Zi Tao “ teriak Luhan
mengiringi perginya Tao . Tak lama Tao sudah ada di depan gerbang, matanya
melirik sekilas kearah Luhan kemudain pergi menembus rintikan hujan, tanpa ada
lambaian yang biasa ia lakukan . Ia menutup kepalanya dengan tudung jaketnya
dan berlari kecil menghindari tetesan hujan . Bibir Luhan memanyun dagunya ia
sangga dengan telapak tangannya .
“ pergi sendiri yah ?” ucap Luhan
malas, kakinya tak berhenti berayun di antar besi-besi di balkonnya merasakan
tetasan air hujan yang menusuk hingga tulang-tulangnya, dingin.
***
5 pria muda dan tampan tengah
memandangi Kai yang sedang memperkenalkan dirinya Sebuah adat kebiasaan yang
dilakukan manusia untuk di anggap sopan dan normal saat bertemu dengan
orang-orang baru. Mata mereka benar-benar tepusat pada Kai, laki-laki berkulit
gelap, berbibir penuh dan dagunya yang tegas terlihat begitu manly . Kyungsoo
yang paling tertarik dengan laki-laki yang terkenal yadong di sekolah ini, tapi
tentu saja Kai tak memberi tahu soal yang satu ini . Senyum khasnya terukir
saat Kai mengucap namanya,
*sangat manly* gumam Kyungsoo dalam
hati, perlu kalian ketahui Luhan juga berucap demikan dalam hatinya.
“ wah Sehun, kau benar-benar si
bungsu yang hebat “ ucap Baekhyun yang kagum karena Sehun berhasil membawa 2
orang dalam 2 hari berturut-turut . Sehun tersenyum bangga mendengar pujian
yang berasal dari Baekhyun .
“ kau teman sekelas Sehun yah ? apa
dia terkenal di kalangan gadis-gadis ?” tanya Chen sembari melingkarkan tangan
kanannya di leher Kai .
“ ah, itu…..”
“ tentu saja aku terkenal “ ucap
Sehun dengan percaya diri yang terukir jelas di wajah ulzzangnya .
Seperti biasa Chanyeol akan
menjelaskan semua yang ia tahu kepada Kai, menjelaskannya secara gamblang dan
jelas, tak ada rahasia. Luhan menatap bangga kepada Sehun, matanya seakan
berkata *kamu berhasil melawan rasa bencimu Sehuna* . Topik kembali beralih,
mereka semua mulai membagi 2 kelompok untuk mencara pemilik tanda yang lain.
Luhan, Sehun, D.O mencari pelayan kedai mie yang dewasa ini diketahui bernama
Suho. Sedangkan Baekhyun, Chanyeol, Chen dan Kai mencari pria yang bernama
Zhang Yixing yang menurut ID kardnya ia tinggal di Seoul . Tak ada yang
menanyakan dimana Tao, bukan tak khawatir dengannya hanya saja rasa canggung
pada Chanyeol akan membakar habis kaliamat tanya itu sebelum meluncur indah
keudara.
Jaket tebal selalu membalut tubuh
indah mereka, membantu merka tetap hangat di dalam udara dingin kota Seoul.
Luhan, Sehun dan D.O memulai pencarian mereka di gang-gang sempit sekitar kedai
mie, pemilik kedai bilang laki-laki bernama Suho itu tinggal tak jauh dari
kedainya. Langkah kaki jenjang mereka memecah genangan air di trotoar jalan, sesekali
terdengar keluhan dari suara bass milik Sehun. Namun itu akan mereda sesaat
setelah tangan Luhan menggantung di pundak Sehun .
“ ah, ini percuma. Apa dia hantu ?
bahkan tetangganya saja tak mengenalnya ? aishh “ terdengar bibir Sehun mulai
mengeluarkan keluhan.
“ kita belum tau pasti apa dia benar
tinggal di sini kan “ ucap D.O suara seraknya yang kasar sama sekali tak
mencerminkan jiwa penyanyi , melainkan seorang yang kalah atas egonya .
Sehun tak bergeming, tak ada
lontaran kata yang membalas ucapan D.O dari mulutnya. Luhan tersenyum kecil
melihat bibir tipis Sehun memanyun seenaknya. Langkah mereka kembali di mulai,
sesekali mereka berhenti untuk mncari informasi lebih yang mungkin mereka
dapatkan dari orang-orang sekitar.
“ whaaa “ teriak Sehun tiba-tiba
yang sukses membuat kedua hyungnya tersentak .
“ ada apa ? “ tanya Luhan penasaran
“ bubble tea “ ucap Sehun dengan
telunjuk yang mengarah tepat ke kedai bubble tea .
“ hyaaa, ku kira kau menemukan
petunjuk “ ucap Kyungsoo dengan bibir yang maju dengan sempurna .
“ heheh, mian. Ayo beli, aku yang
traktir “ ucap Sehun, tangannya sudah melingkar cantik di pinggang Luhan dan
membawanya mendekat ke kedai bubble tea . Terlihat Kyungsoo yang mencibir dari
belakang pasangan yang tengah bermesraan di depan mata bulatnya.
“ Noona, aku pesan coklat 1 “ ucap
Sehun kepada Noona bermata sipit penjaga kedai bubble tea.
“ aku ingin Taro, dengan exstra
bubble “ ucap Luhan, tangannya masih melingkar cantik di tangan kanan Sehun
“ tolong vanilla satu “ suara
Kyungsoo menyusul suara Luhan dan Sehun .
1 gelas besar bubble tea menemani
pencarian mereka yang terasa melelahkan. Peluh memang tak terlihat mengalir
dari pori-pori mereka, namun otot yang mengejang tak dapat mereka hindari
setelah mencari nyaris setengah hari. Mata bulat Kyungsoo menatap arloji di
tangan kirinya, dilihatnya jarum pendek mengarah pada angka 5. Kyungsoo menatap
langit yang mulai beralih warna menjadi kelabu, angin mulai bertiup kencang
menghamburkan daun maple yang berserakan di trotoar jalan .
“ kita lanjutkan besok, sepertinya
akan turun hujan “ ucap Kyungsoo
“ baiklah, aku sudah sangat lelah.
Aggh, kakiku mati rasa “ ucap Sehun diikuti dengan keluhan yang sama sejak 30
menit lalu .
“ ehm, kalian pulang dulu saja. Aku
akan pergi ke toko sebentar “ ucap Kyungsoo, matanya kembali melihat arloji
hitam miliknya .
“ benar tak apa ? aku bisa
menemanimu “ ucap Luhan dengan penuh perhatian seperti biasanya
“ tidak , pulanglah hyung. Dan kau
Sehun rendam kakimu dengan air hangat itu akan membuat kakimu lebih baik . aku
pergi dulu , bye “ ucap Kyungsoo sembari melambai dan berjalan mundur menjauh
dari Luhan dan Sehun .
“ hati-hati hyung “ ucap Sehun,
tangannya membalas labaian dari Kyungso. Luhan pun ikut melambai dengan mata
rusa yang berbinar dan senyum yang tulus terukir cantik di wajahnya . Perlahan
tubuh mungil Kyungsoo sudah tak terlihat dari pandangan kedua laki-laki tampan
yang sedari tadi terus memperhatikan kepergian Kyungsoo. Mereka kembali dengan tangan yang masih
terkait erat melawan hawa dingin sore itu .
***
“ hya, apa alamat ini benar ? “
keluh Chanyeol dengan secarik kertas yang ada di antara jari rampingnya yang
berisi alamat laki-laki bernama Zhang Yixing .
“ entahlah, ini benar-benar
melelahkan “ ucap Chen, bibir khasnya mulai memucat efek lelah yang tak dapat
ia sembunyikan lagi .
“ kau baik-baik saja ?” tanya
Baekhyun sembari merangkul lembut bahu Chen .
“ ehm, aku hanya sedikit lelah hyung
“ ucap Chen
“ chanyeol, sepertinya kita akhiri
saja untuk hari ini, kita bisa memulainya lagi besok “ ucap Baekhyun tangannya
masih merangkul tubuh Chen yang melemah .
“ tapi, kita sudah sejauh ini Baek
hyung, tahanlah lelahmu dulu Chen hyung “ ucap Chanyeol dengan mata yang masih
terfokus pada peta dan alamat Yixing .
“ tapi Chen benar-benar sudah lelah
“ ucap Baekhyun, nadanya sudah terdengar tinggi .
“ 1 atau 2 jam lagi, kita pasti akan
menemukan dia. Jangan lemah “ ucap Chanyeol dengan nada yang tak kalah tinggi
“ sudah hyung, kita lanjutkan , aku
baik-baik saja “ ucap Chen dengan lemah yang sudah pasti berlawanan dengan
ucapannya, dia tak baik-baik saja . Baru 1 langkah kecil yang ia ambil,
tubuhnya nyaris roboh jika saja tangan
Baekhyun sigap menangkapnya dan membantu Chen berdiri dengan tegak lagi .
“ tubuhmu tak bisa berbohong Chen, “
ucap Baekhyun
“ kita pulang saja “ lanjut
Baekhyun, tubuhnya membungkuk di hadapan Chen bermaksud untuk membawa Chen di
gendongannya.
“ tidak bisa, kita sudah sejauh ini
“ ucap Chanyeol dengan keras kepalanya
“ kau bodoh yah ? ikuti saja
obsesimu itu Chanyeol, aku akan membawa adiku pulang “ ucap Baekhyun sembari
meraih tangan Chen kemudian ia gantungkan di pundaknya.
“ naiklah “ perintah Baekhyun pada
Chen .
“ gomawo hyung “ ucap Chen .
Chanyeol hanya mentap kedua temannya
pergi begitu saja di tengah jalan yang mulai basah karena rintik gerimis yang
semakin membesar. Chanyeol kembali merasa bersalah, persis seperti perasaanya
semalam. Obsesinya benar-benar membuatnya bodoh dan gila. Butiran air asin dari
maniknya bercampur tak beraturan dengan air hujan yang mengalir dari atas
pelupuk atanya, lutunya melemas dan seketika ambruk memecah genagan air hujan
yang beru saja turun. Tangan rampinya meremas jaket hitammnya dengan erat
melampiaskan rasa kesalnya pada dirinya sendiri. Ia tak benar-benar mengerti
mengapa ia melakukan kelakuan bodohnya tadi, seakan ia tak mampu mengontrol
mulutnya sendiri . Rambut coklatnya basah karena air hujan yang teramat dingin,
getaran di bibir dan tubuhnya menggambarkan betapa kacau dan kedinginannya ia
saat ini. Beberapa orang yang lalu lalang menatap Chanyeol aneh dan berjalan
menjauhi Chanyeol, itu semakin memperparah keadaan .
“ Baek, maafkan aku “ ucap Chanyeol
lirih sembari mendongak, merasakan tetesan air hujan mengenai kulit wajahnya.
Deru nafas terdengar bersaing dengan rintik hujan, gumpalan asap putih meluncur
tepat saat Chanyeol membuka bibir merahnya. Dengan energi yang tersisa ia
mencoba mengangkat tubuhnya dan membawanya segera pulang .
Part 2nya di share minggu depan yah Chingu :D di tunggu reviewnya :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar