Kamis, 29 Oktober 2015

12 Stars chapter 7 part 2



Title : 12 Stars
Chapter : 7 part 1
author    : Serly Amellia F


30 menit kemudian mereka sudah berada di rumah mewah milik D.O, 3 cangkir the hijau sudah tersaji di meja dengan biskuit coklat tepat di sebelahnya. Wajah Chanyeol masih terlihat pucat, pikirannya melayang banyak pikiran buruk yang mengintari pikirannya . Apa mungkin mereka adalah pemilik tanda aneh ini yang belum dapat ia dan teman-temannya temukan, apa ini sudah benar-benar terlambat ? apa yang harus ia lakukan .
            “ kau kenapa hyung ?” tanya Sehun yang benar-benar tak mampu menyimpulkan suatu hal dengan cepat .
            “ buku yang di bilang Gong Soo, itu adalah buku yang aku ambil dari perpus “ ucap Chanyeol
            “ jadi ?” tanya Sehun yang masih benar-benar tak mengerti
            “ hyaa, paboo . Aku saja yang baru bergabung dengan kalian sudah bisa mengerti “ ujar D.O sembari mengacak-acak rambut halus Sehun .
            “ hyung, jangan mengejeku “ ucap Sehun dengan manja .
            “ buku yang mereka cari itu buku tentang 12 tanda ini, memang tak banyak yang di jelaskan dalam buku itu, tapi banyak pesan tersirat di dalamnya. Ada 12 tanda aneh pula pada halaman belakang . Sekarang kau mengerti “ jelas Chanyeol panjang lebar .
            “ ommo, apa mereka memiliki tanda ini juga ? dan mereka berbeda perahu dengan kita ?” ucap Sehun .
            “ entahlah, kenapa semua jadi terdengar semakin gila, ahh “ ucap Chanyeol dengan lepasan nafas panjang menunjukan kegusaran mendalam dalam pikirannya, Kyungsoo dan Sehun tak merespon ucapan Chanyeol.
            Semua terlihat mematung, memikirkan masa depan yang mungkin akan terjadi saat mereka tau lawan mereka sudah muncul sementara mereka belum mengenali kekuatan apa yang mereka miliki, dan entah serumit apa permasalahan antara kekuatan mereka dengan musuh yang mereka sendiri tak mengerti betul alasan mereka mencari informasi tentang kekuatan mereka, bahkan mereka pun tak tau mereka musuh atau rekan yang terlihat seperti musuh.
            “ jangan terlalu di pikirkan hyung, kita belum tau pasti siapa mereka. “ ucap Kyungsoo menenangkan .
            Chanyeol terdaim tak menjawab perkataan Kyungsoo sampai beberapa detik hingga ia mengatakan “ aku tau “
            “ bagaiman dengan Tao ?” D.O bertanya dengan tangan yang ia katupkan di antara selangkangannya dan tubuh condong menggambarkan kegelisahan .
            “ belum selesai, dia tak menjawab telfonku sama sekali “ ucap Chanyeol diikutin dengan telapak tangannya menuruni wajahnya dan mengusapnya pelan.
            “ kita harus berkumpul, berenam. Harus, aku juga ingin mengungkapkan sesuatau” ucap Sehun kemudian berlalu meninggalkan ruangan mewah milik Kyungsoo , namun langkahnya terhenti di ambang pintu saat mendengar ucapan Kyungsoo
            “ kau ingin pulang ?” Tanya Kyungsoo
            “ ehmm, ayo berkumpul di tempatku jam 8 malam , kumohon. Aku akan memberi tahu yang lain “
            “ ehhm, pulanglah “ ucap Kyungsoo .
            Sehun menatap Kyungsoo sejenaka kemudian ia menatap Chanyeol yang tengan menatap lantai dengan setia, Sehun membungkukan tubuhnya sejenak kemudai berlalu pergi.
***
            “ hyung, ada pesan dari MRX “ ucap Chen semangat
            “ benarkah ? “ ucap Baekhyun semangat kemudain meletakan gelas berisi air putih dan segera berlari menuju layar computer milik Chen .
            MRX adalah seorang hacker handal, dia adalah rajanya semua hacker hampir di seluruh Seoul, dan dia adalah rekan baik Chen dan Baekhyun sekaligus inspirasi mereka berdua. Meskipun kata kawan dalam dunia hacker terdengan seperti mitos namun mereka bertiga benar-benar berkawan baik, tidak ada salah satupun dari mereka yang pernah berhianat satu sama lain. Meskipun MRX memiliki kemampuan jauh di atas kemampuan mereka berdua, MRX selalu menghargai mereka berdua dan berusha membantu mereka berdua. Alasannya adalah karena mereka pernah membantu MRX lari dari FBI dan CIA yang tengah mengejar hacker yang membobol rahasia nuklir Rusia yang pelakunya adalah MRX . Mereka telah berkawan selama lebih dari 5 tahun, namun MRX tak penah menunjukan identitasnyadi dunia nyata kepada mereka hanya identitas virtual yang mereka ketahui dari MRX, itupun hanya sepenggal nama MRX. Mereka sering bertemu 2 sampai 3 kali dalam setahun, dan kini MRX tengah membatu membobol semua cctv di seluruh Korea untuk mencari tau tentang keberadaan pemilik tanda ini yang mungkin terekam cctv 3 bulan lalu.
            *aku 1 dari yang kalian cari, akan kukirimkan identitasnya, setelah kalian membalas pesanku* . Senyum terukir dari sudut bibir kecil Chen dan Baekhyun , tatapan mereka saling beradu memancarkan kebahagian .
            * baiklah * balas Baekhyun singkat . Tak lebih dari 30 detik sebuah id card virtual telah di kirim ke alamat email Baekhyun. Baekhyun dan Chen memicingkan matanya mempertajam mata mereka dan membaca setiap biodata yang tercantum pada id card. Tak selang beberapa lama MRX memberikan sebuah link, tak piker banyak Baekhyun segera mengklik link yang di kirimkan oleh MRX dengan harapan cukup tinggi .
            Sebuah rekaman cctv ternyata yang di kirim oleh MRX, vidionya tak terlalu jelas dan terlalu singkat untuk vidio profokatif. Hanya terlihat laki-laki yang terjatuh dari atas gedung dan jatuh tepat di atas tempat sampah dan tengah berusaha bangkit melawan rasa sakit konsekuensi dari aksi jatuhnya dari atas gedung. Punggung tangannya terlihta menyala, hal itulah yang meyakinkan mereka bahwa MRX benar soal apa yang ia katakana, dan seakan bukti kecil bahwa MRX benar-benar menghormati mereka .
            *terimakasih* ketik Baekhyun lagi yang kemudian ia kirim kealamat email sahabat jauhnya. Chen bermaksud untuk memprint out id card itu, di lihatnya dengan seksama hasil cetakan id card kecil itu. Terukir kasar wajah laki-laki muda yang terlihat sangat tenang, senyum sederhananya seakan menutupi banyak hari-hari keras yang ia jalani. Matanya sayup, tidak, bukan sayup tapi tatapan lemas mencerminkan sosok pendiam yang terkucilkan . Chen menggigit bibir bawahnya memahami setiap detail wajah yang ada di atas secarik kertas yang tengah berada di atara dua jarinya.
            “ Zhang Yixing ? “ ucap Chen dengan nada heran
            “ dia pasti bukan Korea kan ?” lanjutnya lagi .
            “ sepertinya begitu, Chen nanti malam kita ke rumah Sehun “ ucap Baekhyun sembari meletakan telepon genggamnya setelah membaca pesan singkat dari si bungsu . Chen hanya menganggukan kepalanya, rambut halusnya jatuh di atas keningnya seiring dengan gerakan kepalanya. Chen terdiam sejenak menyusun kata yang ingin ia tanyakan pada hyungnya, sesekali ia memutar matanya dan memainkan jari-jari indahnya, terlihat sedikit gusar.
            “ ehm, hyung . Kau normal kan ?” Tanya Chen tiba-tiba yang tak segera di gubris oleh BAekhyun yang masih asik dengan bahasa-bahasa mesin yang ia gunakan untuk berkmunikasi di internet dalam internet, rumahnya para hacker .
            “ hyung “ panggil Chen manja .
            “ kau ini bicara apa ? tentu saja aku normal “ ucap Baekhyun malas
            “ kau tidak mejalin backstreet dengan Chanyeol kan ? aku curiga “ ucap Chen, tangannya ia lipat di depan dadanya .
            “ hyaa, hy-yaa . apa-apan kau ini ? “ ucap Baekhyun terlihat sekali bahwa dia ingin berbihong .
            “ kenapa kau marah ? aku kan hanya bertanya “ucap Chen dengan bibir manyun nyaris sama dengan bebek karet yang selalu menjadi peneman mandinya .
            “ lupakan “ ucap Baekhyun singkat berusaha menenangkan sikapnya .
***
            “ kenapa kau memanggilku kesini, cadel ?” ucap Kai dengan nada yang konstan, tangannya ia sembunyikan di dalam saku jaket tebalnya.
            “jika kau ingin berkelahi, maaf aku tak bias meladenimu sekarang “ ucap Kai kemudian berlalu begitu saja seakan tak ada manusia yang ia lewati dan hanya atmosfer yang beku yang ia tabrak .
            “heh, kau selalu menganggapku begitu yah ?” ucap Sehun sedikit terpekik
 soal tanda ini ” lanjutnya dengan nada cadel khas miliknya .
            Kai menghentikan langkahnya mendengarkan rangkaian kata yang disusun oleh bibir mungil Sehun, dengan wajah yang ia hadapkan ke sang langit.
            “ aku bersama teman-teman baruku mencari dengan serius informasi tentang tanda ini dan aku ingin mereka tau tentang kau. “ uca Sehun berusaha melawan rasa bencinya pada Kai .
            “ kau ? mengajukan ku ? . haha, jebakan apa lagi ini Oh Sehun “ ucap Kai terkikik
            “ hya, kau benar-benar menganggapku seperti itu ? aku tidak sedang membual, aku tak sepertimu yadong akut “ ucap Sehun mencela .
            “ kau yang terlahir dan hidup dengan sendok perak apa bisa di percaya ?”
            “ tak semua anak yang besar dengan sendok perak itu seorang pembual. Dan apa ibumu tak mengajarimu untuk memiliki rasa percaya pada orang lain ? apa dia hanya mengajarimu untuk memanfaatkan orang lain ? rakyat jelata ?. kau tak perlu menjawab cukup datanglah ketempatku pukul 8 malam, aku akan menjemputmu “ ucap Sehun dan pergi meninggalakn Kai yang mulai naik pital. Ucapa Sehun jelas sudah tak berada dalam garis yang mereka buat sejak tadi, ini melenceng dari maksudnya menemui Kai.  Genggaman tangan Kai mulai mengerat, darahnya berdesir dengan cepat. Kai bukan termasuk orang yang pandai menyimpan emosionalnya, dan ia terlalu sensitive dengan emosinalnya dan akan mengelurakan segala bentuk emosional eksternalnya dengan cepat . Kai menarik tas McM milik Sehun dan langsung membanting tubuh ramping Sehun di atas beton setinggi 14 lantai . Angin kencang khas gedung tinggi membuat rambut Kai berkibar sembarang dan membawa rasa sakit Sehun pergi, merangsangnya untuk bangkit dengan segera dan meluncurkan pukulan ke arah dagu tegas milik Kai . Perekelahian selalu tak dapat mereka hindari semenjak 3 tahun lalu, saat rumor tentang Ibu Kai dengan ayah Sehun yang di katakana menjalin hubungan gelap. Hal itu tentu saja membuat kedua anak remaja labil itu saling menyalahkan dan mencemooh setiap mereka bertemu. Saat di depan public mereka terlihat berkelahi karena masalah ringan layakya remaja lain, namun saat mereka hanya berdua masalah terdengar semakin dalam, kedua keluarga pun ikut ambil alih atas perkelahian mereka, hapir 100% karena kejadian 3 tahun lalu yang selalu membuat mereka berkelahi hebat .
            “ jangan bawa nama ibuku “ ucap Kai , tangannya menggenggam erat kerah Sehun yang sudah terkena percikan darah dari bibirnya .
            “ cih, apa sesuci itu nama ibumu. Kau berlebihan, ayahku saja bisa membelinya “ ucap Sehun yang semakin membuat darah Kai mendidih, Sehun memang bodoh, bodoh . Cengkraman Kai menguat dan genggamanya pun mendarat lagi di pipi kiri Sehun .
            “Apa ibumu juga di beli oleh ayamu ? hah ? “ ucap Kai dengan gigi yang masih terkatup, matanya memerah.
            “ isttt “ ucap Sehun semabri bangkit dan melancarkan serangan balik, emosinya yang sedari tadi cukup stabil kini mencapai puncaknya. Perekalhian berlanjut sampai tetesan hujan mulai membasahi tubuh mereka . Nafas mereka sama-sama tak beraturan, darah segar mengalir dari beberapa inci kulit yang tersobek. Mata Kai dan Sehun masih beradu meski perkelahian mereka telah terhenti seiring dengan energi yang perlahan menghilang .
            “bukan ini yang aku mau Kai . Kau bodoh  “ ucap Sehun yang terdengar samar-samar di telinga Kai karena harus bersaing dengan rintik hujan yang semakin deras mengenai beton-beton atap gedung . Kai melirik sinis dengan senyum ejekan yang sempurna .
            “ aku tak ingin ini terus berlnjut, karena pada akhirnyakau akan membutuhkan ku dan aku juga membutuhkanmu demi tanda ini “ ucap Sehun tepat pada sasaran yang semenjak tadi ia bidik .
            “ aku akan datang kerumahmu jam 7 malam, hubungan kita harus di sembuhkan, ini sudah terlalu sakit “ ucap Sehun, terlihat ia mengusap wajahnya yang basah
            “ terserah kau “ ucap Kai , ia bangkit dan mengambil tasnya yang tergeletak di bawah hujan dan pergi meninggalkan Sehun yang mulai menggigil .
            Sehun tersenyum kecil melihat Kai yang perlahan hilang dari pandangannya. Terdengar sesekali ia mengerang kesakitan.
            “ berhasil “ ucapnya lirih
***
            Luhan dan Tao tengah menikamti langit senja dari balkon rumah mereka. Gaggang cangir terlihat melingakar di jari tangan keduanya. Tak ada percakapan menemani waktu minum teh mereka, seakan bahasa tubuh sudah mengungkapkan semuanya. Di lihat wajah Tao yang lelah berkerja oleh mata rusa milik Luhan, tersa jarum kecil menusuk hatinya imbas dari ketidak berdayaanya .
            “ kau mau datang kerumah Sehun nanti malam kan ? “
            “ aku ? selama tidak ada bajingan itu, aku akan pergi “ ucap Tao diikuti dengan suara teh yang mengalir di kerongkongannya .
            “ siapa ? Chanyeol ? . Tao jangan seperti ini “ ucap Luhan khawatir
            “ jadi dia ikut ? aku ada urusan nanti malam. Kau pergi sendiri saja hyung “ ucap Tao kemudian pergi meninggalkan Luhan, tak ingin berbicar lebih banyak soal masalah semalam, itu adalah tujuannya pergi .
            “ hya, Tao ? Zi Tao “ teriak Luhan mengiringi perginya Tao . Tak lama Tao sudah ada di depan gerbang, matanya melirik sekilas kearah Luhan kemudain pergi menembus rintikan hujan, tanpa ada lambaian yang biasa ia lakukan . Ia menutup kepalanya dengan tudung jaketnya dan berlari kecil menghindari tetesan hujan . Bibir Luhan memanyun dagunya ia sangga dengan telapak tangannya .
            “ pergi sendiri yah ?” ucap Luhan malas, kakinya tak berhenti berayun di antar besi-besi di balkonnya merasakan tetasan air hujan yang menusuk hingga tulang-tulangnya, dingin.
***
            5 pria muda dan tampan tengah memandangi Kai yang sedang memperkenalkan dirinya Sebuah adat kebiasaan yang dilakukan manusia untuk di anggap sopan dan normal saat bertemu dengan orang-orang baru. Mata mereka benar-benar tepusat pada Kai, laki-laki berkulit gelap, berbibir penuh dan dagunya yang tegas terlihat begitu manly . Kyungsoo yang paling tertarik dengan laki-laki yang terkenal yadong di sekolah ini, tapi tentu saja Kai tak memberi tahu soal yang satu ini . Senyum khasnya terukir saat Kai mengucap namanya,
            *sangat manly* gumam Kyungsoo dalam hati, perlu kalian ketahui Luhan juga berucap demikan dalam hatinya.
            “ wah Sehun, kau benar-benar si bungsu yang hebat “ ucap Baekhyun yang kagum karena Sehun berhasil membawa 2 orang dalam 2 hari berturut-turut . Sehun tersenyum bangga mendengar pujian yang berasal dari Baekhyun .
            “ kau teman sekelas Sehun yah ? apa dia terkenal di kalangan gadis-gadis ?” tanya Chen sembari melingkarkan tangan kanannya di leher Kai .
            “ ah, itu…..”
            “ tentu saja aku terkenal “ ucap Sehun dengan percaya diri yang terukir jelas di wajah ulzzangnya .
            Seperti biasa Chanyeol akan menjelaskan semua yang ia tahu kepada Kai, menjelaskannya secara gamblang dan jelas, tak ada rahasia. Luhan menatap bangga kepada Sehun, matanya seakan berkata *kamu berhasil melawan rasa bencimu Sehuna* . Topik kembali beralih, mereka semua mulai membagi 2 kelompok untuk mencara pemilik tanda yang lain. Luhan, Sehun, D.O mencari pelayan kedai mie yang dewasa ini diketahui bernama Suho. Sedangkan Baekhyun, Chanyeol, Chen dan Kai mencari pria yang bernama Zhang Yixing yang menurut ID kardnya ia tinggal di Seoul . Tak ada yang menanyakan dimana Tao, bukan tak khawatir dengannya hanya saja rasa canggung pada Chanyeol akan membakar habis kaliamat tanya itu sebelum meluncur indah keudara.
            Jaket tebal selalu membalut tubuh indah mereka, membantu merka tetap hangat di dalam udara dingin kota Seoul. Luhan, Sehun dan D.O memulai pencarian mereka di gang-gang sempit sekitar kedai mie, pemilik kedai bilang laki-laki bernama Suho itu tinggal tak jauh dari kedainya. Langkah kaki jenjang mereka memecah genangan air di trotoar jalan, sesekali terdengar keluhan dari suara bass milik Sehun. Namun itu akan mereda sesaat setelah tangan Luhan menggantung di pundak Sehun .
            “ ah, ini percuma. Apa dia hantu ? bahkan tetangganya saja tak mengenalnya ? aishh “ terdengar bibir Sehun mulai mengeluarkan keluhan.
            “ kita belum tau pasti apa dia benar tinggal di sini kan “ ucap D.O suara seraknya yang kasar sama sekali tak mencerminkan jiwa penyanyi , melainkan seorang yang kalah atas egonya .
            Sehun tak bergeming, tak ada lontaran kata yang membalas ucapan D.O dari mulutnya. Luhan tersenyum kecil melihat bibir tipis Sehun memanyun seenaknya. Langkah mereka kembali di mulai, sesekali mereka berhenti untuk mncari informasi lebih yang mungkin mereka dapatkan dari orang-orang sekitar.
            “ whaaa “ teriak Sehun tiba-tiba yang sukses membuat kedua hyungnya tersentak .
            “ ada apa ? “ tanya Luhan penasaran
            “ bubble tea “ ucap Sehun dengan telunjuk yang mengarah tepat ke kedai bubble tea .
            “ hyaaa, ku kira kau menemukan petunjuk “ ucap Kyungsoo dengan bibir yang maju dengan sempurna .
            “ heheh, mian. Ayo beli, aku yang traktir “ ucap Sehun, tangannya sudah melingkar cantik di pinggang Luhan dan membawanya mendekat ke kedai bubble tea . Terlihat Kyungsoo yang mencibir dari belakang pasangan yang tengah bermesraan di depan mata bulatnya.
            “ Noona, aku pesan coklat 1 “ ucap Sehun kepada Noona bermata sipit penjaga kedai bubble tea.
            “ aku ingin Taro, dengan exstra bubble “ ucap Luhan, tangannya masih melingkar cantik di tangan kanan Sehun
            “ tolong vanilla satu “ suara Kyungsoo menyusul suara Luhan dan Sehun .
            1 gelas besar bubble tea menemani pencarian mereka yang terasa melelahkan. Peluh memang tak terlihat mengalir dari pori-pori mereka, namun otot yang mengejang tak dapat mereka hindari setelah mencari nyaris setengah hari. Mata bulat Kyungsoo menatap arloji di tangan kirinya, dilihatnya jarum pendek mengarah pada angka 5. Kyungsoo menatap langit yang mulai beralih warna menjadi kelabu, angin mulai bertiup kencang menghamburkan daun maple yang berserakan di trotoar jalan .
            “ kita lanjutkan besok, sepertinya akan turun hujan “ ucap Kyungsoo
            “ baiklah, aku sudah sangat lelah. Aggh, kakiku mati rasa “ ucap Sehun diikuti dengan keluhan yang sama sejak 30 menit lalu .
            “ ehm, kalian pulang dulu saja. Aku akan pergi ke toko sebentar “ ucap Kyungsoo, matanya kembali melihat arloji hitam miliknya .
            “ benar tak apa ? aku bisa menemanimu “ ucap Luhan dengan penuh perhatian seperti biasanya
            “ tidak , pulanglah hyung. Dan kau Sehun rendam kakimu dengan air hangat itu akan membuat kakimu lebih baik . aku pergi dulu , bye “ ucap Kyungsoo sembari melambai dan berjalan mundur menjauh dari Luhan dan Sehun .
            “ hati-hati hyung “ ucap Sehun, tangannya membalas labaian dari Kyungso. Luhan pun ikut melambai dengan mata rusa yang berbinar dan senyum yang tulus terukir cantik di wajahnya . Perlahan tubuh mungil Kyungsoo sudah tak terlihat dari pandangan kedua laki-laki tampan yang sedari tadi terus memperhatikan kepergian Kyungsoo.  Mereka kembali dengan tangan yang masih terkait erat melawan hawa dingin sore itu .
***
            “ hya, apa alamat ini benar ? “ keluh Chanyeol dengan secarik kertas yang ada di antara jari rampingnya yang berisi alamat laki-laki bernama Zhang Yixing .
            “ entahlah, ini benar-benar melelahkan “ ucap Chen, bibir khasnya mulai memucat efek lelah yang tak dapat ia sembunyikan lagi .
            “ kau baik-baik saja ?” tanya Baekhyun sembari merangkul lembut bahu Chen .
            “ ehm, aku hanya sedikit lelah hyung “ ucap Chen
            “ chanyeol, sepertinya kita akhiri saja untuk hari ini, kita bisa memulainya lagi besok “ ucap Baekhyun tangannya masih merangkul tubuh Chen yang melemah .
            “ tapi, kita sudah sejauh ini Baek hyung, tahanlah lelahmu dulu Chen hyung “ ucap Chanyeol dengan mata yang masih terfokus pada peta dan alamat Yixing .
            “ tapi Chen benar-benar sudah lelah “ ucap Baekhyun, nadanya sudah terdengar tinggi .
            “ 1 atau 2 jam lagi, kita pasti akan menemukan dia. Jangan lemah “ ucap Chanyeol dengan nada yang tak kalah tinggi
            “ sudah hyung, kita lanjutkan , aku baik-baik saja “ ucap Chen dengan lemah yang sudah pasti berlawanan dengan ucapannya, dia tak baik-baik saja . Baru 1 langkah kecil yang ia ambil, tubuhnya nyaris roboh  jika saja tangan Baekhyun sigap menangkapnya dan membantu Chen berdiri dengan tegak lagi .
            “ tubuhmu tak bisa berbohong Chen, “ ucap Baekhyun
            “ kita pulang saja “ lanjut Baekhyun, tubuhnya membungkuk di hadapan Chen bermaksud untuk membawa Chen di gendongannya.
            “ tidak bisa, kita sudah sejauh ini “ ucap Chanyeol dengan keras kepalanya
            “ kau bodoh yah ? ikuti saja obsesimu itu Chanyeol, aku akan membawa adiku pulang “ ucap Baekhyun sembari meraih tangan Chen kemudian ia gantungkan di pundaknya.
            “ naiklah “ perintah Baekhyun pada Chen .
            “ gomawo hyung “ ucap Chen .
            Chanyeol hanya mentap kedua temannya pergi begitu saja di tengah jalan yang mulai basah karena rintik gerimis yang semakin membesar. Chanyeol kembali merasa bersalah, persis seperti perasaanya semalam. Obsesinya benar-benar membuatnya bodoh dan gila. Butiran air asin dari maniknya bercampur tak beraturan dengan air hujan yang mengalir dari atas pelupuk atanya, lutunya melemas dan seketika ambruk memecah genagan air hujan yang beru saja turun. Tangan rampinya meremas jaket hitammnya dengan erat melampiaskan rasa kesalnya pada dirinya sendiri. Ia tak benar-benar mengerti mengapa ia melakukan kelakuan bodohnya tadi, seakan ia tak mampu mengontrol mulutnya sendiri . Rambut coklatnya basah karena air hujan yang teramat dingin, getaran di bibir dan tubuhnya menggambarkan betapa kacau dan kedinginannya ia saat ini. Beberapa orang yang lalu lalang menatap Chanyeol aneh dan berjalan menjauhi Chanyeol, itu semakin memperparah keadaan .
            “ Baek, maafkan aku “ ucap Chanyeol lirih sembari mendongak, merasakan tetesan air hujan mengenai kulit wajahnya. Deru nafas terdengar bersaing dengan rintik hujan, gumpalan asap putih meluncur tepat saat Chanyeol membuka bibir merahnya. Dengan energi yang tersisa ia mencoba mengangkat tubuhnya dan membawanya segera pulang .

Part 2nya di share minggu depan yah Chingu :D di tunggu reviewnya :D